POTENSI INVESTASI

POTENSI INVESTASI KABUPATEN BANJARNEGARA

Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi investasi yang dapat dikembangkan menjadi usaha yang menjanjikan, adapun potensi investasi yang ada di kabupaten banjarnegara adalah sebagai berikut :

A. Bidang industri

  1. Pabrik pakan ikan
  2. Industri pengolahan kayu
  3. Industri Kerajinan Bambu
  4. Industri Kerajinan Keramik
  5. Industri Kerajinan Batik Gumelem
  6. Industri konveksi dan garmen
  7. Industri bulu mata , rambut palsu & perhiasan perak
  8. Pengembangan industri serabut kelapa

 

B. Bidang Petanian (Peternakan, Perkebunan & Perikanan)

  1. Budidaya ikan tawar (gurami, lele, patin dan nila)
  2. Peternakan Domba Batur (Dombat) – Pembesaran & Pembibitan
  3. Peternakan kambing (pembesaran dan pembibitan)
  4. Peternakan sapi (penggemukan & pembibitan )
  5. Albasia (pembibitan albasia, budidaya albasia)
  6. Perkebunan kelapa (kelapa butir dan nira)
  7. Perkebunan aren
  8. Perkebunan Durian
  9. Perkebunan kopi
  10. Perkebunan teh
  11. Budidaya kacangtanah dan jagung
  12. Budidaya jamur tiram

 

C.Bidang Jasa & Pariwisata

  1. Pengembangan TRMS Serulingmas
  2. Pengembangan wisata alam curug Pitu
  3. Pengembangan wisata alam curug Pletuk
  4. Pengembangan wisata alam Sumber Air Panas Giritirta
  5. Pengembangan wisata alam curug Mrawu
  6. Pengembangan wisata alam curug genting
  7. Pengembangan wisata alam curug kasinoman
  8. Pengembangan calon wisata tampomas
  9. Peluang pendirian hotel di Dataran Tinggi dieng

 

D. Bidang Perdagangan & Pengolahan

  1. Pengalengan salak
  2. Industri pengolahan kentang
  3. Pengalengan carica
  4. Industri Gula Semut

 

E. Bidang Pertambangan & Energi

  1. Industri pengolahan hasil tambang
  2. Pabrik semen
  3. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)
  4. Pertambangan Trass
  5. Pertambangan Feldspar

 

A. Bidang industri

1. Pabrik pakan ikan

Uraian Proyek :

Wilayah Kabupaten Banjarnegara terletak pada jalur pegunungan di Bagian tengah Jawa Tengah dengan ketinggian  antara 100-500 m dpl (37,04 %), kemudian antara 50-1000 m dpl (28,74%) dan diatas 1000 m dpl (24,40 %), dengan curah hujan tertinggi di Kec.Madukara sebanyak 3.986 mm per tahun dengan 214 hari dan curah hujan terendah di Kecamatan Purwareja Klampok sebesar 2.950 mm per tahun  dengan 132 hari hujan. Dengan curah hujan yang tinggi didukung irigasi teknis yang cukup maka banyak masyarakat yang memilih usaha dibidang perikanan baik pembenihan maupun pembesaran.

 

Kondisi Eksisting :

Luas budidaya ikan di Kabupaten Banjarnegara Tahun 2014 sebanyak 425,08 Ha dengan jumlah produksi sebesar 13.977.660 ton tersebar di 20 Kecamatan, dan  produksi terbesar berada di 4 Kecamatan yaitu Mandiraja, Purwanegara, Bawang dan Rakit. Dari jumlah produksi ikan tersebut dibutuhkan pakan ikan berupa pelet yang cukup besar, namun belum ada pabrik pakan ikan yang mampu mencukupi kebutuhan dimaksud.

 

Analisa Pasar :

Kebutuhan bahan pakan ikan (pelet) di Kabupaten Banjarnegara tahun 2015 sebanyak 11.855,53 ton dan baru pelet diproduksi secara mandiri sebanyak 36 ton sehingga masih ada peluang investasi untuk  membuat pakan ikan sebanyak 11.783,53 ton. Selama ini untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan kita mengambil dari luar Kabupaten Banjarnegara.

 

Aspek Keuangan

Biaya investasi (Operasional, Bahan Baku, Bangunan, Mesin dll) : Rp. 5.408.240.453,- (Kajian & Studi Kelayakan)
IRR : 24 % (Kajian & Studi Kelayakan)
PI : 3,34 (Kajian & Studi Kelayakan)
Payback Perio : 4 th 2 bln 25 hr (Kajian & Studi Kelayakan)

 

2.  Industri pengolahan kayu

Uraian Proyek :

Produksi albasia kabupaten banjarnegara dikenal bermutu baik, dalam jangka waktu 5 tahun saja albasia sudah dapat dipanen saat ini ada 30.546,1 Hatersebar di 19 kecamatan yang menghasilkan rata-rata 12.218.39 batang (kepadatan rata-rata 400 pohon/Ha) pertahun sementara kebutuhan bahan bahu pabrikan dan industri masyrakat  rata-rata hanya 20% saja, jumlah lainnya memenuhi pasar luar negeri berupa kayu lapis, papan partikel, papan serat dll. Untuk pengembangannya dibutuhkan modal 30 milyar rupiah, mulai pembibitan sampai pabrikan terperinci 5m untuk sarana pembibitan, 15 m untuk pengadaan mesin, gedung, sarana dan prasarana. 10 m lagi untuk biaya oprasional, pola kerjasama yang ditawarkan yaitu joint venturedalam jangka 6 tahun usaha bisa kembali modalnya.

 

Kondisi Eksisting :

  • Luas lahan total 30.546,1 Hatersebar di 19 kecamatan dengan total tanaman berkisar 12.218.439 batang (kepadatan rata-rata 400 pohon/Ha)
  • Agroklimat di wilayah Banjarnegara cukup sesuai untuk budidaya albasia
  • Industri penggergajian kayu banyak tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara

 

 

Analisa pasar

  • Petani menanam albasia baik yang berasal dari bantuan pemerintah maupun bibit swadaya secara kontinu setiap tahun
  • Sementara ini petani memanen albasia pada usia 3 – 5 tahun setelah tanam untuk industri penggergajian kayu (barecore)
  • Albasia kualitas super dihasilkan oleh tanaman pada usia diatas 7 tahun.

 

3. Industri Kerajinan Bambu

Uraian Proyek :

Tidak dipungkiri jika kerajinan bambu di Banjarnegara sampai saat ini masih tetap menjadi tren bisnis yang cukup menggiurkan. Ketersediaan bahan baku yang melimpah serta peluang pasar yang cukup luas menjadikan bisnis kerajinan bambu di Banjarnegara ini tidak pernah surut. Bentuknya yang unik dan bernilai seni tinggi, membuat kerajinan bambu ini tak hanya disukai konsumen lokal, tapi juga mancanegara, mulai dari Belanda, Mexico, dan Brazil. Meski hanya mengandalkan pemasaran secara online dan pameran, para pelaku usaha terus merasa kewalahan dalam mencukupi kebutuhan pasar.

 

Kondisi Eksisting :

Untuk mendapatkan hasil kerajinan maksimal, kebanyakan dari pengrajin ini menggunakan bahan baku bambu pilihan. Jenis bambu yang digunakan biasanya dari jenis petung, wulung, dan juga bambu apus yang memiliki usia cukup tua.

Bambu-bambu ini banyak tersedia di daerah Banjarnegara dan sekitarnya. Inovasi dan kreasi produk juga terus dikembangkan dengan melihat berbagai macam tren yang sedang ramai di kalangan masyarakat

                                 

Analisa pasar

Seperti saat ini, model karya seni berupa aksesori rumah dengan kerajinan bambu masih banyak diburu oleh kebanyakan orang. Aksesori rumah ini bentuknya bermacam-macam, ada lampu hias, jembatan bambu, pagar bambu, meja kursi bambu, dan lain-lain.

 

4. Industri Kerajinan Keramik

 

Uraian Proyek :

Kerajinan Keramik  memeiliki kesan tersendiri bagi pemiliknya, dari jaman dahulu samapai sekarang kerajinan keramik masih menjadi primadona bagi masyarakat. Kerajinan keramik di daerah Klampok Banjarnegara sampai saat ini masih menjadi sebuah buruan dan koleksi karena khas dan keunikan dari motif dan bentuknya. Ketersediaan bahan baku di Banjarnegara membuat harganya dapat bersaing dan memiliki kualitas yang baik.  Bentuknya yang unik dan bernilai seni tinggi, membuat kerajinan keramik ini tak hanya disukai konsumen lokal, tapi juga mancanegara, mulai dari Jepang, cina, Belanda, dan Korea.

            

                                                           

Kondisi Eksisting :

Untuk mendapatkan hasil kerajinan maksimal, kebanyakan dari pengrajin ini menggunakan bahan baku tanah lempung yang dicampur dengan abu dan pasir dengan perbandingan tersendiri yang membuat kualitasnya tetap terjaga

Inovasi dan kreasi produk juga terus dikembangkan dengan melihat berbagai macam tren yang sedang ramai di kalangan masyarakat

 

Analisa Pasar :

Seperti saat ini, model karya seni berupa aksesori rumah dengan kerajinan keramik masih banyak diburu oleh kebanyakan orang. Aksesori rumah ini bentuknya bermacam-macam, ada vas bunga, poci, lampu hias, , meja kursi asbak, dan lain-lain.

 

5. Industri Kerajinan Batik Gumelem

Uraian Proyek :

Memakai batik bukan hanya sebagai kelengkapan sandang dan fashion, namun juga memakai sebuah karya seni. Begitulah seharusnya agar kita menjadi lebih bangga memakai karya warisan nenek moyang bangsa ini. Di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon Kecamatan Susukan terdapat sentra kerajinan batik. Inilah kenapa dikenal dengan nama Batik Gumelem. Di sini terdapat puluhan industri rumahan yang tergabung dalam komunitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) produk kerajinan batik tulis Banjarnegara atau Batik Gumelem.

 

 

Kondisi Eksisting :

Di ruang tamu biasanya para pengrajin memajang koleksi kain batiknya maupun yang sudah berbentuk pakaian jadi. Selain berburu batik, tentunya Anda juga bisa melihat proses pembuatan batik secara langsung. Hitung-hitung bisa sekaligus berwisata di samping berburu batik.

 

Analisa Pasar :

Batik Gumelem memiliki corak khas yaitu udan liris dan rujak senthe yang diproduksi secara turun temurun oleh warga setempat. Ciri khas lainnya dari Batik Gumelem adalah warnanya yang didominasi oleh warna coklat, hitam dan kuning serta bermotif bunga-bunga. Meskipun dengan berkembangnya industri tekstil, kini lebih memiliki bermacam-macam warna sehingga banyak di buru berbagai kalangan.

 

6. Industri konveksi dan garmen

Uraian Proyek :

Kebutuhan akan pakaian jadi baik untuk anak-anak, dewasa maupun orang tua yang tiap tahun terus meningkat  membuka peluang yang sangat besar untuk pengembangan usaha konveksi dan garmen. Tingkat pertumbuhan penduduk dan gaya hidup yang terus berkembang memunculkan berbagai mode dan trend pakaian di masyarakat sehingga banyak kesempatan untuk memunculkan brand dan mode pakaian baik dari sisi kualitas dan harga yang bersaing.

Kondisi Eksisting :

Penduduk Kabupaten Banjarnegara tahun 2015 sejumlah 898.896 orang. Jumlah perusahaan sebanyak 681 buah dan menyerap tenaga keija sebanyak 11.706 orang sehingga masih banyak tenaga kerja yang belum terserap. Dengan upah Minimum Kabupaten (UMK) Banjarnegara Tahun 2016 sebesar Rp..1.265.000,- per bulan termasuk paling rendah se Jawa Tengah merupakan daya tarik tersendiri untuk perusahaan mengembangkan usahanya di Banjarnegara.

 

Analisa Pasar :

Masalah ketenagakerjaan di Kabupaten Banjarnegara cukup kondusif, aman dan terkendali dengan adanya hubungan industrial yang harmonis dari unsur-unsur tripartit yaitu pekerja/Serikat Pekerja, pengusaha/APINDO dan pemerintah. Hal tersebut sangat diperlukan agar ada ketenangan berusaha dan ketenangan bekerja, dengan demikian pengusaha dapat meningkatkan usahanya/memajukan usahanya yang pada akhirnya dapat memberikan kesejahteraan yang baik terhadap para pekerjanya.

 

7. Industri bulu mata, rambut palsu & perhiasan perak

Uraian Proyek :

Trend dan gaya hidup saat ini baik dalam negri maupun luar negeri yang terus berkembang memunculkan tampilan dan gaya rambut sesuai dengan perkembangan mode. Banyak saat ini baik masyarakat biasa, maupun karyawan ingin tambil beda dan lebih menarik dengan salah satunya menggunakan rambut palsu dan bulu mata palsu.

 

Kondisi Eksisting :

Saat ini baru terdapat satu perusahaan bulu mata dan satu perusahaan rambut palsu serta satu perusahaan perhiasan perak yang berdiri di Kabupaten Banjarnegara. Ketersediaan tenaga kerja yang banyak merupakan salah satu pertimbangan pabrik dan industri berdiri di Kabupaten Banjarnegara.

 

 

Analisa Pasar :

Pendirian pabrik maupun perusahaan di Banjarnegara sangat terbuka dan potensial, dengan pertimbangan antara lain:

  1. Tersedianya lokasi/tempat usaha
  2. Tersedianya tenaga kerja
  3. Kondisi ketenagakerjaan yang kondusif
  4. Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang cukup rendah dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain di Jawa Tengah

Hubungan Industrial yang harmonis dan unsur tripartit antara lain

 

8. Pengembangan industri serabut kelapa

Uraian Proyek :

Kabupaten Banjarnegara merupakan sentra produksi kelapa di Jawa Tengah dengan luas lahan 13.324,07 Ha dengan produksi pertahunnya 25.774,67 ton. Dimana luas areal tanaman kelapa buah sebanyak 12.017,02 Ha dengan produksi 10.108,22 ton pertahun buah, serta jumlah petaninya sebanyak 41.642 kepala keluarga. Upaya pengembangan dan perluasan lahan terus dilakukan seperti dikecamatan susukan, purwonegoro, Purworejo klampok, mandiraja, rakit, bawang, punggelan. Untuk kelapa deres seluas 1.000.05 Ha menghasilkan 15.666,45 ton pertahun gula kelapa, dengan jumlah petani 6.974 Kepala keluarga. Pohon kelapa mempunyai manfaat yang beragam dari mualai buah tempurung dan sabutnya dapat diolah menjadi barang dan kerajinan, bahan makanan yang bernilai ekonomis tinggi. Khusus pengembangan pada sabut kelapa yang bisa diolah menjadi sapu, keset, kasur pegas, jok mobil dan lain-lain, Sekarang butuh modal investasi sebesar Rp. 525.000.000,- untuk pendirian pabrik, mesin pengolah, dan biaya oprasional, diperkirakan dua tahun pemodal sudah bisa menikmati bunga investasi.

 

 

Kondisi Eksisting :                                       

Luas areal tanaman kelapa memadai dan produksi kelapa yang melimpah menyisakan sabut kelapa yang banyak juga. Pengolahan sabut kelapa yang modern dan inovatif membuka peluang untuk dikembangkannya industri pengolahan sabut kelapa.

 

 

Analisa Pasar :

Khusus pengembangan pada sabut kelapa yang bisa diolah menjadi sapu, keset, kasur pegas, jok mobil dan lain-lain, yang sangat dibutuhkan dimasyarakat dan industri.

 

B. Bidang Petanian (Peternakan, Perkebunan & Perikanan)

1. Budidaya ikan tawar (gurami, lele, patin dan nila)

Uraian Proyek :

Ikan Gurami, Lele, Patin dan Nila merupakan ikan yang paling banyak digemari masyarakat. Ikan – ikan ini berharga relatif terjangkau dan stabil, selain harganya yang terjangkau ikan-ikan ini juga memiliki rasa yang nikmat dan gurih sehingga cocok untuk konsumsi sehari-hari dan sebagai menu hidangan di rumah makan. Kondisi Kab. Banjarnegara dan pasokan air yang memadai membuat ikan–ikan ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di Banjarnegara. Komoditi unggulan ini merupakan agro bisnis yang memiliki angka pasar luas dan potensial terbukti dengan adanya pasar ikan yang cukup besar di Purwonegoro.

 

Kondisi Eksisting :

Di Kabupaten Banjarnegara budidaya ikan gurame, lele, patin dan nila  bisa dijumpai di Kecamatan Purwanegara dengan luas kolam 113,80  Ha dengan kapasitas produksi 3.178.455 kw., Kecamatan Bawang dengan luas kolam 121,17 Ha dengan kapasitas produksi 2.922.100 kw, Kecamatan Mandiraja luas kolam 23,23 Ha dengan kapasitas produksi 1.916.500 kw , Kecamatan Rakit luas kolam 20,69 Ha dan kapasitas produksi 1.124.010 kw dan Kecamatan Wanadadi luas kolam 4,43 Ha dengan kapasitas produksi 30.397.000 kw.

 

Analisa Pasar :

Ikan Gurami, Lele, Patin dan Nila mempunyai rasa yang enak dan cocok untuk lidah semua orang tanpa kecuali, olahan ikan ini dapat kita jumpai dirumah makan/restaurant baik dalam olahan masakan, abon, kripik dan lain-lain. Konsumsi yang tinggi dan pasar yang terbuka luas membuka peluang usaha yang menjanjikan untuk budidaya ikan tersebut untuk dikembangkan.

 

2. Peternakan Domba Batur (Dombat) – Pembesaran & Pembibitan

Uraian Proyek :

Domba batur (Dombat) sudah menjadi ikon Kabupaten Banjarnegara dan kebanggaan Provinsi Jawa Tengah. Upaya pelestarian dan pengembangan domba ini terus dilakukan sampai saat ini. Selain dagingnya yang sedap dikonsumsi, domba batur juga memiliki bulu yang sangat lebat sehingga dapat dimafaatkan dan bernilai ekonomi yang tinggi.

 

Kondisi Eksisting :

Domba batur (Dombat)  banyak tersebar di Kecamatan Batur, Wanayasa dan Pagentan. Saat ini usaha pengembangan domba batur masih dianggap sebagai sambilan. Padahal, apabila dikelola dengan teknik dan manajement yang professional akan menghasilkan bibit dan produksi yang jauh lebih optimal. Baru sebagian kecil kelompok usaha yang mengembangkan usaha ini. Harga jual domba batur untuk bobot diatas 100 Kg berkisar 4 – 5 Jt/ekor, untuk domba berbobot antara 80-90 Kg dihargai sekitar 1,5 Jt – 3 Jt/ekor dan dibawah 70 Kg dihargai sekitar 1 Jt.

 

Analisa Pasar :

  • Daging Kambing merupakan komoditi konsumsi yang tinggi.
  • Ketersediaannya pakan yang melimpah.
  • Mudah untuk dikembangbiakkan
  • Bulu domba memiliki nilai ekonomis yang tinggi.                               

 

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha.

 

3. Peternakan kambing (pembesaran dan pembibitan)

Uraian Proyek :

Populasi ternak kambing di Kabupaten Banjarnegara 178,879 ekor. Peluang pengembangbiakan kambing ini masih terbuka serta masih dapat ditumbuhkan. Lokasi penyebaran kambing terdapat di seluruh Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara, dengan tingkat populasi ternak kambing tertinggi di Kec.Wanayasa 22.758 ekor, Kec. Paentan 17.203 kor untuk pengembangan dengan pola kerjasama kemitraan terbuka lebar.

 

Kondisi Eksisting :

Kendala yang dihadapai saat ini adalah usaha ini masih dianggap sebagai sambilan. Padahal, apabila dikelola dengan teknik dan manajement yang professional akan menghasilkan bibit dan produksi yang jauh lebih optimal. Sistim yang digunakan oleh petani ternak kambing saat ini dengan cara sistim gaduh, dimana hasilnya 60 % untuk petani penggaduh dan 40% untuk investor.

 

Analisa Pasar :

  • Daging Kambing merupakan komoditi konsumsi yang tinggi.
  • Ketersediaannya pakan yang melimpah.
  • Mudah untuk dikembangbiakkan

                  

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha.

 

Kemudahan/fasilitas dari Pemda

  • Kemudahan perizinan
  • Dapat mengajukan keringanan pajak/retribusi
  • Tersedianya penyuluh pertanian

 

4. Peternakan sapi (penggemukan & pembibitan )

Uraian Proyek :

Pemerintah Daerah telah merintis sentra-sentra ternak dibeberapa wilayah Kecamatan dibagian Utara, dimaksudkan sebagai upaya pemenuhan gizi dan meningkatkan penghasilan tani ternak, usaha ini ternPeyata membuahkan hasil sapi-sapi dari jenis metal  yang didatangkan dari Australia dan Eropa bibitnya dikembangkan dan digemukkan  Peternakan sapi yang memiliki peluang untuk dikembangkan berada di Kecamatan Wanayasa, Kalibening, Pejawaran, Karangkobar, Bawang dan Purwonegoro. Di Kecamatan tersebut tersedia sumber air dan lahan untuk penanaman rumput gajah yang digunakan untuk pakan-pakan sapi tersebut.

 

Kondisi Eksisting :

Usaha peternakan sapi dengan sistim penggemukan, ada dua jenis Brahma dan Mental yang sudah dikembangkan di Kecamatan Wanayasa, Kelibening, Pejawaran, Karangkobar, Bawang dan Purwonegoro. Dengan dukungan pakan yang sehat sapi tumbuh pesat, hanya perlu waktu tujuh bulan siap jual. dengan keuntungan bisa mencapai 200%. Usaha ternak sapi jenis ini dibagi dalam dua jenis usaha, yaitu : berupa ternak sapi jantan kereman dan jenis sapi pembibitan. Jumlah populasi ternak sapi pada tahun 2015 mencapai 30.336 ekor.   Kendala yang dihadapai saat ini adalah usaha ini masih dianggap sebagai sambilan. Padahal, apabila dikelola dengan teknik dan manajement yang professional akan menghasilkan bibit dan produksi yang ajauh lebih optimal. Sistim yang digunakan oleh petani ternak sapi saat ini dengan cara sistim gaduh, dimana hasilnya 60 % untuk petani penggaduh dan 40% untuk investor.

 

 

Analisa Pasar :

  • Kebutuhan akan daging sapi yang masih tinggi.

Ketersediaannya pakan yang melimpah.

 

5. Albasia (pembibitan albasia, budidaya albasia)

Uraian Proyek :

Produksi albasia kabupaten banjarnegara dikenal bermutu baik, dalam jangka waktu 5 tahun saja albasia sudah dapat dipanen saat ini ada 30.546,1 Ha tersebar di 19 kecamatan yang menghasilkan rata-rata 12.218.439 batang (kepadatan rata-rata 400 pohon/Ha) pertahun sementara kebutuhan bahan bahu pabrikan dan industri masyrakat  rata-rata hanya 20% saja, jumlah lainnya memenuhi pasar luar negeri berupa kayu lapis, papan partikel, papan serat dll.

 

Kondisi Eksisting :

  • Luas lahan total 30.546,1 Hatersebar di 19 kecamatan dengan total tanaman berkisar 12.218.439 batang (kepadatan rata-rata 400 pohon/Ha)
  • Agroklimat di wilayah Banjarnegara cukup sesuai untuk budidaya albasia

Industri penggergajian kayu banyak tersebar di hampir seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara

 

Analisa pasar

  • Sementara ini petani memanen albasia pada usia 3 – 5 tahun setelah tanam untuk industri penggergajian kayu (barecore)
  • Albasia kualitas super dihasilkan oleh tanaman pada usia diatas 7 tahun.
  • Kebutuhan albasia yang banyak merupakan peluang untuk dibudidayakan.

                                

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha.

 

6. Perkebunan kelapa (kelapa butir dan nira)

Uraian Proyek :

Kelapa yang dihasilkan dijual dalam bentuk kelapa butir, diolah untuk minyak kelapa murni (VCO) baik untuk industri kosmetik maupun farmasi. Selain itu nira kelapa juga diolah menjadi gula merah untuk berbagai kebutuhan industri dan rumah tangga yang sangat besar. Kebutuhan akan pohon kelapa  merupakan peluang tersendiri untuk dimanfaatkan.

 

 

Kondisi eksisting

  • Luas lahan total 11.941,27 Ha
  • Produksi 995,09 Ton kelapa kering  (Kopra)  atau setara dengan 89.950.090 butir kelapa pada tahun 2015
  • Produksi sepanjang tahun

 

 

Analisa pasar

  • Kebutuhan minyak kelapa murni (VCO) cukup tinggi, baik untuk industri kosmetik maupun farmasi
  • Sementara ini sebagian besar tempurung dan sabut kelapa yang terbuang, dan hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar di wilayah pedesaan

 

 

Peluang usaha :

Perkebunan pohon kelapa merupakan potensi yang menjanjikan karena banyak dibutuhkan oleh berbagai industri seperti :

  • Industri minyak goreng kelapa dan minyak kelapa murni-Virgin Coconut Oil (VCO)
  • Industri pengolahan serabut kelapa

Industri gula kelapa dengan memanfaatkan nira

 

7. Perkebunan aren

Uraian Proyek :

Gula aren merupakan pemanis makanan yang paling dicari baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Namun hasil produksi dari pohon aren baik nira aren maupun kolangkaling saat ini sangat terbatas sedangkan kebutuhan pasar sangat tinggi. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan pohon aren.

 

Kondisi eksisting

  • Luas lahan total 257,47 Ha
  • Produksi 414,46 Ton gula cetak atau setara dengan 3.315,68 ton nira aren pada tahun 2015
  • Produksi sepanjang tahun

                            

Analisa pasar

  • Lebih dari 75% tanaman aren dibudidayakan untuk diambil niranya, hanya sebagian sisanya yang dipanen buahnya (kolang kaling)
  • Hampir semua nira yang dihasilkan diolah oleh para penderes menjadi gula cetak, namun kualitas beragam, karena mutu nira aren yang beragam.
  • Nira kualitas rendah yang banyak dihasilkan saat musim hujan menghasilkan gula kualitas rendah (gula gemblung) yang harga jualnya sangat rendah dan merugikan petani penderes. Nira kualitas rendah ataupun gula gemblung berpotensi untuk diolah menjadi gula cair yang praktis.

 

 

Peluang usaha :

  • Industri gula semut (gula aren kristal)

Industri gula aren cair dengan memanfaatkan nira kualitas rendah

 

8. Perkebunan Durian

Uraian Proyek :

Durian tumbuh sangat baik di Kabupaten Banjarnegara, ada beberapa varietas unggulan yang memiliki kelebihan masing masing selain durian montong diantaranya adalah durian simimang, kamun, Blewuk dan Gepak. Rasanya yang legit dan teksturnya yang lebut membuat durian asli Banjarnegara sangat disukai semua kalangan. Tidak heran dalam kesempatan di Festival Durian harganya bisa mencapai 200 – 500 rb per buah.

                                  

Kondisi eksisting

  • Tanah dan kondisi Kabupaten Banjarnegara sangat cocok untuk dikembangkan pohon durian
  • Pohon durian saat ini masih sebagai tanaman sela atau pembatas
  • Saat ini durian unggulan Banjarnegara memiliki pengemar yang banyak tetapi produksinya sedikit
  • Durian unggulan Banjarnegara belum di kembangkan secara maksimal
  • Pembibitan dan perkebunan durian Banjarnegara belum ada

 

 

Analisa pasar

  • Ketertarikan masyrakat akan durian lokal sangat tinggi tiap tahunnya
  • Belum ada wisata kebun durian yang dikelola secara optimal

 

Peluang usaha :

Perkebunan pohon durian  merupakan potensi yang menjanjikan karena banyak diminati masyarakat serta pertumbuhan yang cepat dan buah yang banyak

 

9. Perkebunan kopi

Uraian Proyek :

Kopi saat ini memiliki pasar yang menjanjikan untuk dikembangkan karena hasil olahan kopi sangat diminati oleh masyarakat. Kabupaten Banjarnegara merupakan tempat yang sangat strategis dan cocok untuk tanaman ini.

 

Kondisi eksisting

  • Luas lahan total 1.921,08 Ha
  • Produksi 853,44 Ton  biji kering  pada tahun 2015
  • Jumlah petani 702 KK tersebar di 17 kecamatan.
  • Produksi hampir sepanjang tahun

 

Analisa pasar

  • Petani kopi umumnya tidak semua menjual produk hasil panennya dalam bentuk biji kopi kering (ose), namun ada pula yang menjual dalam bentuk buah segar.

 

Peluang usaha

Daerah Kab. Banjarnegara sangat cocok untuk tanaman kopi, kebutuhan akan biji kopi yang besar merupakan peluang usaha untuk mengolah perkebunan kopi di Kab. Banjarnegara.

 

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha.

 

10. Perkebunan teh

Uraian Proyek :

Kabupaten Banjarnegara yang berbukit  dan pegunungan sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman teh. Manfaat dan kebutuhan akan teh di masyarakat memunculkan peluang usaha perkebunan teh yang banyak dicari oleh industri pengolahan teh.

                            

Kondisi eksisting

  • Luas lahan total 1.824,08 Ha
  • Produksi 96,65  Ton  pucuk segar  pada tahun 2015
  • Jumlah petani 6.453 KK tersebar di 5 wilayah kecamatan, yaitu Pejawaran, Karangkobar, Kalibening, Pagentan, Wanayasa.

 

 

Analisa pasar

  • Saat ini ada 4 industri teh di Banjarnegara dan sekitarnya (Pekalongan dan Wonosobo) yang saling berebut untuk mendapatkan bahan baku pucuk teh segar dari wilayah Banjarnegara.
  • Pabrik pengolahan teh tersebut tidak mampu berproduksi sesuai dengan kapasitas pabrik, karena kurangnya bahan baku.

 

Peluang usaha

Kab. Banjarnegara merupakan daerah yang tepat untuk pohon teh. Pengembangan budidaya tanaman  teh sangat potensial dilakukan karena kebutuhan akan pucuk daun teh yang besar.

 

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha.

 

11. Budidaya kacangtanah dan jagung

Uraian Proyek :

Potensi sumber daya alam kabupaten banjarnegara sangat beragam, dengan luas wilayah sekitar 106.970.997 Ha terdiri dari tanah sawah dantanah kering sebagian laha ini dibudidayakan untuk tanaman pangan dan komoditas palawija, dalam skala prioritasnya meliputi jagung dan kacang-kacangan, untuk kacang tanah produksi sebanyak 3.889,24 ton dengan luas lahan 25.884 Ha dengan produktivias 15.05 Kwintal perhektar sedangkan untuk produksi tanaman jagung dan kacang tanah daerah pengembangannya di kecamatan Bawang, purwonegoro, mandiraja dan purworejo klampok. Saat ini dua komoditas unggulan tersebut membutuhkan dana investasi sekitar Rp. 16.5 m diharapkan dalam kurun kurang dari 2 tahun modal sudah bisa kembali bahkan mulai menikmati keuntungan terlihat dalam hasil analisis keuangan.

 

Kondisi Eksisting :

Luas lahan 25.884 Ha dengan produktivias 15.05 Kwintal perhektar merupakan potensi tanaman jagung dan kacang tanah. daerah pengembangannya di kecamatan Bawang, purwonegoro, mandiraja dan purworejo klampok.

 

 

Analisa Pasar :

Olahan dari kacang tanah dan jagung yang saat ini terus berkembang menjadikan kebutuhan akan bahan pangan tersebut meningkat. Hal ini mebuka puluang usaha tersendiri untuk dikembangkan.

 

12. Budidaya jamur tiram

Uraian Proyek :

Jamur tiram sebagai bahan makanan yang berkhasiat menambah kekuatan fisik, komposisi senyawa yang terkandung dalam jamur tergantung pada jenis dan tempat tumbuh jamur tersebut, tetapi pada umurnnya memiliki kandungan protein yang tinggi, rendah lemak sehingga lebih aman dikonsumsi.

 

                             

Kondisi Eksisting :

Budidaya jamur tiram ini dikelompokkan dalam 5 segmen yaitu

  1. Pembibitan,
  2. pembuatan melia/substrat tanam,

3.Penanbuhan budidaya,

4 Perianganan pasca panen ,

5.Penasaran dan penjuan (jamur segar/olahan)

Dimana di Kabupaten Banjarnegara sangan cocok untuk budidaya jamur tiram ini.

 

Analisa Pasar :

Konsumsi jamur yang tinggi dan produsen/pembudidaya jamur tiram yang sedikit merupakan peluang yang bagus untuk memasok kebutuhan akan jamur tiram.

 

C. Bidang Jasa & Pariwisata

1. Pengembangan TRMS Serulingmas

Uraian Proyek :

Kebutuhan akan berekreasi untuk melihat aneka wisata dan atraksi wisata cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan seiring dengan itu perlu pengembangan obyek wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Di Kabupaten Banjarnegara terdapat TRMS Serulingmas yang letaknya ditengah kota yang merupakan salah satu tujuan wisata. TRMS Serulingmas masih dapat dikembangkan dan membuka peluang kerjasama peningkatan wahana diantaranya waterboom, rollercoster, dll.

 

 

Kondisi Eksisting :

  • Memiliki Nilai Assets kurang lebih Rp. 51 Milyard.
  • Luas lokasi 10 Ha.
  • Memiliki jenis satwa yang banyak.
  • Merupakan Wisata buatan, dan dikunjungi banyak wisatawan.

 

Analisa Pasar :

Perlu dibangun obyek  wisata yang lebih menarik, mampu berkonstribusi terhadap peningkatan minat berwisata di TRMS Serulingmas yang belum ada di eks karesidenan banyumas dan sekitarnya terutama di jawa tengah. Seperti berbagai wahana rollercoster, arung jeram, dll yang menguji adrenalin dan tantangan ketangkasan yang lain. Dengan luas lahan yang belum dimaksimalkan membuka peluang kepada investor untuk kerjasama.

 

Lahan

Lahan milik Pemkab dengan pola kerjasama

 

2. Pengembangan wisata alam curug Pitu

Uraian Proyek :

Curug Pitu berada di desa sigaluh Kecamatan Sigaluh sangat prospektif untuk dibuatkan wahana permainan anak, taman lansia dll. Keunikan dari Curug Pitu adalah tingkatan curungnya yang berjumlah tujuh serta jaraknya yang dekat dari pusat kota. Sudah banyak penggunjungnya setiap bulan/tahun, tetapi pengelolaannya masih belum baik dan karena keterbatasan anggaran, maka Pemkab Banjarnegara baru mampu mendata dan masih dikelola pihak desa setempat, sehingga perlu peran serta investor.

 

Kondisi Eksisting :

  • Masih dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis)
  • Infrastruktur jalan belum memadai
  • Potensi curug belum terkelola dengan baik
  • Sumber mata iar terjun debitnya cukup besar

 

                                           

Arah Pengembangan :

ü Wahana Outbond

ü Pondok Wisata

ü Jalur Tracking / Hiking

ü  Wahana Edukasi Pertanian

 

Aspek Keuangan

Biaya investasi (Operasional, Bahan

Baku, Bangunan, Mesin dll) : Rp. 208.210.943,-       (Kajian & Studi Kelayakan)

IRR                                         :  23 %                         (Kajian & Studi Kelayakan)

PI                                           :  1.93                          (Kajian & Studi Kelayakan)

Payback Perio      :  3 th 20 hari        (Kajian & Studi Kelayakan)

 

3. Pengembangan wisata alam curug Pletuk

Uraian Proyek :

Curug Pletuk yang berada di desa Pesangkalan Kecamatan Pagedongan sangat prospektif untuk dibuatkan wahana permainan anak, taman lansia dll. Sudah banyak penggunjungnya setiap bulan/tahun, tetapi pengelolaannya masih belum baik dan karena keterbatasan anggaran, maka Pemkab Banjarnegara baru mampu mendata dan masih dikelola pihak desa setempat, sehingga perlu peran serta investor

                                    

Kondisi Eksisting :

  • Masih dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pesangkalan dengan tenaga kerja 12 orang
  • Infrastruktur jalan belum memadai
  • Potensi curug belum terkelola dengan baik

Sumber mata iar terjun debitnya cukup besar

 

Arah Pengembangan :

ü Wahana Outbond

ü Pondok Wisata

                               

Aspek Keuangan

Biaya investasi (Operasional, Bahan

Baku, Bangunan, Mesin dll) : Rp. 26,801,308,-         (Kajian & Studi Kelayakan)

IRR                                         :  17 %                         (Kajian & Studi Kelayakan)

PI                                           :  1.65                          (Kajian & Studi Kelayakan)

Payback Perio      :  3 th 2 bln 14 hari        (Kajian & Studi Kelayakan)

 

4. Pengembangan wisata alam Sumber Air Panas Giritirta.

Uraian Proyek :

Sumber air panas Giritirta berada di desa Giri Tirta Kecamatan Pejawaran, sumber air panas ini banyak penggunjungnya setiap bulan/tahun, tetapi pengelolaannya masih belum baik dan karena keterbatasan anggaran, maka Pemkab Banjarnegara baru mampu mendata dan masih dikelola pihak desa setempat, sehingga perlu peran serta investor

 

                                                                

Kondisi Eksisting :

  • Masih dalam taraf pengembangan oleh Pemkab cq. Disparbud Banjarnegara
  • Infrastruktur jalan belum memadai
  • Potensi air hangat alam belum terkelola dengan baik
  • Telah memiliki Gazebo, jembatan, gardu pandang dan toilet serta kamar ganti untuk ganti setelah mandi air hangat

 

Analisa Pasar :

  • Potensial untuk dikembangkan menjadi bumi perkemahan.
  • Kebutuhan akan berekreasi untuk melihat aneka wisata dan atraksi wisata cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan seiring dengan itu perlu pengembangan obyek wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Perlu dibangun obyek wisata yang menarik, mampu berkonstribusi terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar

 

Arah Pengembangan :

ü Wahana Kolam Air Panas

ü Jalur Tracking / Hiking

 

5. Pengembangan wisata alam curug Mrawu.

Uraian Proyek :

Curung Mrawu berada di Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran, yang merupakan satu kawasan dengan Sumber Air panas Giritirta dan Curug Genting. Sudah banyak penggunjungnya setiap bulan/tahun, tetapi pengelolaannya masih belum baik dan karena keterbatasan anggaran, maka Pemkab Banjarnegara baru mampu mendata dan masih dikelola pihak desa setempat, sehingga perlu peran serta investor

 

 

Kondisi Eksisting :                                              

  • Masih dalam taraf pengembangan oleh Pemkab cq. Disparbud Banjarnegara
  • Infrastruktur jalan belum memadai
  • Potensi curug belum terkelola dengan baik

 

Analisa Pasar :

  • Potensial untuk dikembangkan menjadi bumi perkemahan.
  • Kebutuhan akan berekreasi untuk melihat aneka wisata dan atraksi wisata cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan seiring dengan itu perlu pengembangan obyek wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Perlu dibangun obyek wisata yang menarik, mampu berkonstribusi terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar

 

6. Pengembangan wisata alam curug genting

Uraian Proyek :

Curug Genting Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran masih dalam taraf pengembangan, sudah ada jembatan permanen menuju lokasi, sudah ada gazebo, gardu pandang, toilet dan kamar mandi air hangat. Pengembangan wisata ini sangat prospektif melihat potensi alam yang menyuguhkan curug dan air hangat.

 

Kondisi Eksisting :                                 

  • Memiliki potensi batu alam / lempeng yang banyak dan bernilai ekonomis tinggi.
  • Memiliki sumber mata air hangat yang terus menerus mengalir, walaupun di musim kemarau sekalipun.

Potensial untuk dikembangkan menjadi bumi perkemahan.

 

Arah Pengembangan :

ü Wahana Kolam Air Panas

ü Jalur Tracking / Hiking

    

                              

Aspek Keuangan

Biaya investasi (Operasional, Bahan

Baku, Bangunan, Mesin dll) : Rp. 35.777.139,-         (Kajian & Studi Kelayakan)

IRR                                         :  18 %                         (Kajian & Studi Kelayakan)

PI                                           :  1.71                          (Kajian & Studi Kelayakan)

Payback Perio      :  3 th 1 bln 18 hari        (Kajian & Studi Kelayakan)

 

7. Pengembangan wisata alam curug kasinoman

Uraian Proyek :

Udaranya sejuk 19 derajat celcius. Curung dengan ketinggian +/- 30 meter merupakan daya tarik tersendiri yang disuguhkan oleh curug kasinoman di Kecamatan Kalibening. Letaknya yang mudah diakses dengan roda empat dan dekat (+/- 300m) dengan jalan utama  penghubung antara Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Pekalongan menjadi keunggulan wisata ini untuk dikembangkan.

 

Kondisi Eksisting :

  • Dekat dengan Jalan Provinsi Ruas Banjarnegara – Pekalongan ( 50 meter).
  • Masih berupa hutan pinus, terintegrasi dengan kebun teh Pagilaran.
  • Memiliki Air Terjun tinggi, jernih dan terasa dingin.

 

   

                        

Analisa Pasar :

  • Potensial untuk dikembangkan menjadi bumi perkemahan.
  • Kebutuhan akan berekreasi untuk melihat aneka wisata dan atraksi wisata cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan seiring dengan itu perlu pengembangan obyek wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Perlu dibangun obyek wisata yang menarik,

 

Uraian Proyek :

  • Menarik untuk menjadi tempat wisata yang baru.
  • Memiliki Potensi Jenis bebatuan alam yang bernilai ekonomis tinggi.
  • Bisa dijadikan sebagai wisata alam pemancingan ikan, wisata berkuda dan off road, wisata kuliner dari singkong

Menarik untuk dikembangkan menjadi taman bunga (teratai, anggrek, dll)

 

8. Pengembangan calon wisata tampomas

Kondisi Eksisting :

  • Pemandangan Alamnya Indah;
  • Bisa dijadikan sebagai Lokasi Waduk Buatan dan area sekitarnya bisa menjadi tempat wisata alam.
  • Merupakan Wisata buatan, dan berpotensi dikunjungi banyak wisatawan.

   

                                   

Analisa Pasar :

  • Layak untuk dijadikan sebagi bumi perkemahan dan lokasi panjat tebing.
  • Kebutuhan akan berekreasi untuk melihat aneka wisata dan atraksi wisata cenderung meningkat dari waktu ke waktu dan seiring dengan itu perlu pengembangan obyek wisata yang mampu menarik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
  • Perlu dibangun obyek wisata yang menarik, mampu berkonstribusi terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sekitar

 

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha

 

Kemudahan/fasilitas dari Pemda

  • Kemudahan perizinan
  • Dapat mengajukan keringanan pajak/restribusi ke Bupati Banjarnegara.

Investor dapat memilih sendiri lokasi, tujuan wisata dan atraksi wisata yang akan dikembangkan

 

9. Peluang pendirian hotel di Dataran Tinggi dieng

Uraian Proyek :

Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi wisata alam yang sudah cukup terkenal baik di dalam negeri maupun manca Negara yaitu Dataran Tinggi Dieng yang terletak 54 km sebelah timur laut kota Banjarnegara dengan ketinggian 2.090 meter dari atas permukaan air laut. Berbagai wisata alam yang dapat dinikmati di Dieng diantaranya Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Kawah Candradimuka, Telaga Warna, Telaga Merdada , Telaga Swiwi dll, di Dataran Tinggi Dieng juga terdapat Candi hasil peninggalan Hindu di masa lampau. Selain DTT Dieng Banjarnegara juga memiliki Wisata vavorit arung jeram dengan memanfaatkan sungai serayu dan masih banyak potensi wisata lain seperti curug pitu dll, yang masih perlu dikembangkan termasuk sarana dan prasarananya salah satunya adalah Hotel.

 

Kondisi Eksisting :

Kabupaten Banjarnegara baru terdapat 12 hotel dan losmen yang tersebar di sekitar kota. Akan tetapi di kawasan wisata dataran tinggi Dieng sudah ada 32 homestay, namun belum ada hotel yang didirikan di dataran tinggi Dieng sehingga masih ada peluang berdirinya hotel.

 

Analisa Pasar :

Dengan jumlah pengunjung wisata dataran tinggi dieng pada tahun 2014 sebanyak 2.969.685 orang, maka potensi pendirian hotel di dataran tinggi dieng sangat prospektif.

 

Aspek Legal dalam bentuk investasi

Lahan milik masyarakat. Bentuk investasi yang ditawarkan adalah investasi murni dengan berbagai fasilitas kemudahan dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

 

D. Bidang Perdagangan & Pengolaha

1. Pengalengan salak

Uraian Proyek :

Kabupaten Banjarnara sebagian besar tanahnya merupakan lahan kering, dengan keadaan alamnya yang berbukit, sangat cocok untuk usaha pertanian tanaman salak yang merupakan komoditas andalan dan telah dikenal di berbagai daerah. Tanaman salak lokal didaerahi ni sudah terkenal sampai keluar daerah karena rasanya yang manis dan masir. Namun dengan berkembanganya sektor pertanian saat ini, populasi salak lokal sudah berkurang dan digantikan dengan salak pondoh yang rasa lebih manis serta mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan salak lokal. Namun saat ini salak hanya dijual sebagi buah tangan / oleh-oleh saja, sedangkan saat panen melimpah salak akan jatuh harganya dan tidak dipetik oleh karena itu akan lebih bernilai ekonomis tinggi saat buah salak bisa di kemas dalam bentuk yang praktis dan tahan lama.

  

                                                          

Kondisi Eksisting :

Tanaman salak terdapat di 18 Kecamatan Se-Kabupaten Banjarnegara kecuali (di Rakit dan Kec. Batur), namun kecamatan yang memiliki produksi tertinggi adalah KecamatanMadukara (135.958,2 ton), Kecamatan Banjarrnangu (26.522,3 ton), Kecamatan Pagentan (18.474,7 ton) dan Kecamatan Sigaluh (5.584,9 ton)

 

 

Analisa Pasar :

Kapasitas produksi salak Kabupaten Banjamara 193.662,1 ton / tahun. Jumlah tanamari yang produktif di Kabupaten Banjarnegara 12.651.800 pohon. Jenis Salak ada 2 Macam Yaitu Jenis Lokal dan Pondoh dengan perbandingan jumlah tanaman 50:50 %. Setiap hari produk salak Banjarnegara di kirim ke Jakarta, Jawa Barat dan Surabaya.

 

 

2. Industri pengolahan kentang

Uraian Proyek :

Usaha Tani Kentang di Kabupaten Banjarnegara sudah di usahakan oleh petani sejak lama dan berlangsung secara turun temurun. Pengusahaan dilakukan secara modern dengan tingkat intensifikasi yang tinggi. Saat ini kentang sebagian besar dijual berupa sayuran, sudah ada yang mengolah menjadi kripik kentang namun masih sangat sedikit hanya berupa home industri. Padahal apabila diolah lebih modern dan dengan kemasan yang menarik   akan mendapatkan nilai ekonomis yang sangat tinggi.

 

 Kondisi Eksisting :

Lokasi penyebaran Tanaman Kentang terdapat di 4 Kecaratan yaitu Pejawaran (luas panen 3310 Ha dengar produksi 50.4000 ton). Batur(luas panen 4.564 Ha dengan produksi 74.001 ton). Wanayasa (luas panen 352 Ha dengan produk 8.908,5 ton) dan Kalibening (luas panen 8 Ha dengan produksi 108 ton). Kabupaten Banjarnegara yang mempunyai ketinggian lebih dan 1000 meter diatas permukaan laut serta hawanya yang dingin sangat memungkinkan untuk tanaman kentang berkembang dengan baik.

 

 

Analisa Pasar :

Kapasiatas produksi kentang Kabupaten Banjarnegara 133.417,5 ton / tahun. Luas panen tanarnan kentang Kabupaten Banjarnegara 8.434 Ha. Dengan hasil yang melimpah diharapkan ada pendirian pabrik pengolahan kentang.

 

3. Pengalengan carica

Uraian Proyek :

Memiliki nama latin Corica Pubescens, buah ini masuk dalam golongan famuli Pepaya. Perbedaannya terletak pada kondisi alam, dimana pepaya hidup di daerah panas sedangkan carica hanya dapat hidup dan tumbuh dengan baik di daerah yang berhawa dingin, sehingga buah ini banyak tumbuh di Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara.

 

 

Kondisi Eksisting :

Manfaat buah Carica yang diketahui umum adalah kemampuannya membantu memperlancar pencemaan. Carica selama ini diolah menjadi sirup / manisan. Proses pengolahan masih diolah oleh home industri dengan didukung teknologi yang sederhana. Hal mi memunculkan peluang untuk mengembangakan industri pengolahan Carica secara lebih baik dan modern.

 

 

Analisa Pasar :

Dengan terkenalnya buah carica, sehingga keinginan mengkonsumsi carica yang tinggi membuat peluang untuk didirikan industri pengolahan carica. Di Kabupaten Banjarnegara sendiri produksi carica sangat melimpah karena memang lokasi dan tanahnya sangat cocok untuk tanaman ini.

 

4. Industri Gula Semut

Uraian Proyek :

Pasar gula semut Kabupaten Banjarnegara masih terbuka luas. Hal ini karena kebutuhan akan gula semut baik dalam negeri maupun luar negeri baru dapat dipenuhi sekitar 40 %, Pasar eksport guna lemut Indonesia adalah Jepang, Belanda, USA, Singapura dan Taiwan.

 

Kondisi Eksisting :

Produksi gula semut Kabupaten Banjarnegara saat ini mencapai + 500 ton, sebagian besar berada di Kecamatan Susukan , Mandiraja dan Punggelan. Dari jumlah produksi tersebut baru 10 % yang dieksport sisanya masih dipasarkan dalam negeri.

 

Analisa Pasar :

Gula semut saat ini sedang menjadi trand konsumsi masyarakat, karena aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Permintaan eksport cukup tinggi namun masih terkendala oleh syarat administrasi.

 

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha.pohon kelapa harus organic dan cara alat produksi harus steril.

 

E. Bidang Pertambangan & Energi

1. Industri pengolahan hasil tambang

Uraian Proyek :

Kabupaten Banjarnegara sebagai daerah pegunungan mempunyai kekayaan galian C yang melimpah diantaranya batu gamping, batu marmer, feldspar, tras, batu granit, lempung, andeshit dan lain-lain. Hasil galian tersebut saat ini masih dijual dalam bentuk material tambang, hanya sedikit sekali yang telah dioleh menjadi bahan material bangunan.

 

 

Kondisi Eksisting :

Batu gamping, batu marmer, feldspar, tras, batu granit, lempung, andeshit dan lain-lain. Kekayaan alam ini tersebar di beberapa daerah seperti di Kecamatan Bawang, Banjarnegara, Pagedongan, Purwonegoro, Karangkobar, Mandiraja, Punggelan, Wanayasa, Pejawaran, Banjarmangu, Pagentan, dan Sigaluh. Namun sayang saat ini dijual dalam bentuk hasil galian yang memberikan nilai tamabah yang sangat sedikit oleh karena itu pemerintah mengajak investor untuk melakukan kerjasama dengan jalan twin center maupun dengan jalan kemitraan. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mencukupi peluang pasar produk interior dan eksterior serta menyerap tenaga kerja. Untuk pengembangannya diperlukan dana investasi sebesar lebih kurang Rp. 15,5 milyar yang akan digunakan sebagai pembelian alat-alat produksi modern dan alat transportasi serta alat pendukung lainnya

 

 

Analisa Pasar :

Keindahan dan kemewahan sebuah bangunan baik eksterior maupun interior membuka berbagai varian olahan material tambang seperti batu gamping, batu marmer, granit dan lain-lain. Oleh karena itu industri pengolahan hasil/material tambang sangat potensial di bangun di Banjarnegara. Selain bahan baku yang melimpah, lahan dan tenaga kerja yang tersedia merupakan daya tarik tersendiri.

 

2. Pabrik semen

Uraian Proyek :

Wilayah Kabupaten Banjarnegara terletak pada jalur pegunungan di Bagian tengah Jawa Tengah dengan ketinggian  antara 100-500 m dpl (37,04 %), kemudian antara 50-1000 m dpl (28,74%) dan diatas 1000 m dpl (24,40 %), dengan curah hujan tertinggi di Kec.Madukara sebanyak 3.986 mm per tahun dengan 214 hari dan curah hujan terendah di Kecamatan Purwareja Klampok sebesar 2.950 mm per tahun  dengan 132 hari hujan. Dengan topografi pegunungan tersebut mengandung bahan tambang yang luar biasa yaitu antra lain : Asbes, Batu gamping, Feldspar, Pasir Kwarsa, Lempung dan Trass  sebagai  bahan   pembuatan keramik lantai maupun semen,

 

Kondisi Eksisting :

Ketersediaan bahan tambang terbanyak yaitu Feldspar yang terdapat di Kecamatan Bawang, Purwonegoro dan Banjarnegara dengan jumlah deposit sebanyak 55.943.846 M3 dengan berat terka 145.454.000 ton. Selama ini ferldpar tersebut dikirim ke Tangerang sebagai bahan pembuatan semen. Hal ini merupakan kondisi yang sangat mendukung untuk investasi dibidang tambang khususnya pabrik semen.

 

Analisa Pasar :

Kita ketahui bersama bahwa pembangunan gedung/rumah terus meningkat setiap hari, setiap bulan dan setiap tahunnya seiring tumbuhnya penduduk di Kabupaten Banjarnegara dan Kupaten-Kabupaten lain di Jawa Tengah,  namun demikian untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bangunan berupa semen kita masih mendatangkan dari daerah lain, untuk itu Kabupaten Banjarnegara menawarkan kepada investor  dengan bahan baku yang tersedia dan tenaga kerja yang masih relative murah kiranya sangat tepat  untuk  bisa  mendirikan pabrik semen di Kabupaten Banjarnegara.

 

3. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB)

Uraian Proyek :

Banjarnegara memiliki sumber energi terbarukan antara lain panas bumi yang berada dikecamatan wanayasa dan kecamatan batur. Panas bumi ini sangat potensi untuk dijadikan pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas bisa mencapai 110-120 MW.

                                                                    

Kondisi Eksisting :

Untuk PLTPB di Banjarnegara, ada yang telah dieksploitasi yakni di kecamatan Batur tepatnya desa Dieng Kulon dan desa Kepakisan oleh PT. Geo Dipa Energi. Tenaga panas bumi yang baru dieksploitasi untuk PLTPB sebesar 24 MW masih besar yang belum dieksploitasi dan berpeluang untuk dikembangkan. Peluang investasi panas bumi masih terbuka lebar untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga panas bumi di banjarnegara.

 

Analisa Pasar :

PLTPB yang belum tergarap sepenuhnya di Kab. Banjarnegara, masih dapat dikembangkan lebih besar lagi dengan perkiraan potensi energi 90 – 98 MW merupakan hal yang patut menjadi potensi investasi. Kebutuhan akan energi terutama listrik yang setiap tahun terus bertambah menjadikan kebutuhan untuk didirikannya pembangkit-pembangkit listrik terbuka lebar.

 

4. Pertambangan Trass

Uraian Proyek :

Banjarnegara memiliki potensi tambang Trass yang besar. Tras merupakan bahan tambang yang banyak digunakan untuk bahan baku campuran semen. Kebutuhan tras untuk indutri pabrik khususnya pabrik semen merupakan pangsa pasar yang pasti dan jelas.

                                        

Kondisi Eksisting :

Cadangan Trass di Banjarnegara sangat besar dan tersebar di 6 kecamatan antara lain :

–  Kecamatan Karangkobar     : 1.120.000 M3/   2.867.200 ton

–  Kecamatan Sigaluh              : 4.260.000 M3/ 10.905.000 ton

–  Kecamatan Wanayasa         : 1.873.000 M3/   4.704.000 ton

–  Kecamatan Punggelan        : 5.375.000 M3/ 36.231.500 ton

–  Kecamatan Pagentan          :    145.000 M3/     371.200 ton

–  Kecamatan Pejawaran         : 1.320.000 M3/  3.432.000 ton

 

Analisa Pasar :

Kebutuhan trass oleh industri atau pabrik semen yang besar dan continue merupakan pasar yang potensial oleh karena itu pertambangan trass sangat potensial untuk digali dan dieksplorasi. Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi Trass yang besar dan layak untuk dieksplorasi.

 

5. Pertambangan Feldspar

Uraian Proyek :

Feldspar merupakan bahan tambang untuk pembuatan keramik dan mika. Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi tambang feldspar dengan kandungan albit, kuarsa, mikrolin dan sanadin yang bagus.

 

Kondisi Eksisting :

Kandungan feldspar di Banjarnegara tersebar di 3 kecamatan antara lain :

–  Kecamatan Bawang            :  4.021.023 M3/   30.457.000 ton

–  Kecamatan Purwonegoro   : 34.421.923 M3/  89.497.000 ton

–  Kecamatan Banjarnegara    :  7.500.000 M3/   19.500.000 ton

 

Analisa Pasar :

Bahan baku utama untuk industri atau pabrik keramik maupun mika salah satunya adalah feldspar. Oleh karena itu feldspar banyak dibutuhkan oleh pabrik-pabrik tersebut sehingga potensi tambang feldspar sangat potensial untuk dieksplorasi.

 

Aspek Keuangan

Lahan

Lahan milik warga dan kelompok usaha

 

Kemudahan/fasilitas dari Pemda

  • Kemudahan perizinan

Dapat mengajukan keringanan pajak/retribusi